Minggu, 26 Juli 2020



Sedikit ingin berbagi pengalaman seperti apa rasanya hamil sampai melahirkan tidak di dampingi suami.
Tentunya peran suami sangat penting bagi seorang istri apalagi saat sang istri sedang mengandung,dan pengalaman itu saya rasakan sendiri.
Singkat cerita saat usia kandungan saya menuju 5 bulan,suami dapat panggilan kerja ke luar negeri,saat itu perasaan saya tidak karu-karuan,antara senang dan sedih.
Senang karena saya tau seperti apa perjuangan suami saya agar bisa berangkat ke luar negri,dia menunggu berbulan bulan bahkan bertahun tahun.
Sedihnya karna dia pergi pas kondisi saya yang benar benar sangat membutuhkannya,tapi disini saya kuat-kuatin walau tak bisa di pungkiri hati memang sedikit sakit,bayangin aja hamil anak pertama tanpa suami😭 berhari-hari tiap malam selalu kangen,kenapa kangennya malam karena di kamar saya sendirian jadi pikiran tidak pada tempatnya,alhasil nangis terus sampai mata bengkak tiap pagi hehe,padahal ibu hamil tidak boleh sering sering nangis tapi mau gimana lagi namanya juga kangen.
Yang lebih sakitnya lagi ketika usia kandungan menginjak trimester ketiga,pas masa masa ini nih yang bikin mewek melulu,gimana gak mewek setiap kontrol kehamilan selalu sendirian gak di temenin suami sedangkan ibu ibu hamil yang lain di anterin suaminya udah gitu di tambah mesra2an😭
Singkat cerita lagi mulai muncul kontraksi kontraksi palsu,dan gak lama masuk pembukaan 1 mulai ngabarin suami,minta do'a,deg degan pasti tapi Alhamdulillah masih bisa sholat karna belum muncul darah sama sekali sampai pembukaan 3,langsung dianterin ke pukesmas karna masuk pembukaan 4,ngabarin suami lagi Alhamdulillah di temenin walau cuma lewat layar,pukul 01:30 udah mulai pembukaan 8 dan udah gak mikirin hp jangankan hp ngomongpun udah gak bisa karna nahan sakit,pengen nangis tapi nanti kehabisan tenaga jadi megang korsi sama pojokan bantal aja.
Pas 01:50 Alhamdulillah anak saya lahir dengan berat 3,2kg dan panjang 49cm.
Suami saya memang tidak ada disamping saat saya hamil,melahirkan bahkan sampai sekarang mengurus anak kita,tapi saya tau do'anya selalu dilimpahkan untuk saya dan anak kita,berkat do'a dan supportnya saya bisa melewati masa masa sulit sekalipun,tangannya memang tidak bisa saya pegang tapi do'anya bisa saya rasakan,saya penderita asma tapi saat melahirkan asma saya hilang begitu saja karna apa,karna dukungan dan do'a suami tidak pernah putus untuk saya kala itu.
Jadi tidak usah berkecil hati ketika suamimu tidak bersamamu saat kau sedang hamil sampai melahirkan karna percayalah do'a dan supportnya selalu mendampingimu untuk melewati proses persalinan.
Yang membuat suasana mengharu biru saat suami mulai mengumandangkan adzan di telinga anak kami,rasanya gak bisa di jelasin bahkan sampai sekarang kalau inget waktu itu pengen mewek😁nulis ini aja sambil berlinang linang,begitu cengengnya saya😆
Salam manis dari pejuang LDR Indonesia-Korea💪🤗
Salam sayang untuk suamiku tercinta,terimakasih untuk segalanya❤️

Kamis, 12 Maret 2020


Dulu aku pernah bermimpi
menjadi santri wati
aku selalu membayangkan indahnya
berjalan menggenggam Al-Qur'an
Raut muka yang meneduhkan dan tenang
Hari hari penuh hafalan
Tapi sayang aku gagal meraih atau menggenggam mimpiku sendiri
Semua harus ku lepas karna ridho orang tua tak menemani
Mengajiku masih berantakan
Ilmu ilmu agamaku masih tidak karuan
lalu bagaimana wanita sepertiku bisa menjadi hafidzoh
hanya pakaianku saja yang bisa kuperbaiki,akhlakku ilmuku masih sebiji jagung
Saat aku akan menjadi ibu
Saat itu aku merasa takut,bagaimana aku bisa menjadi madrasah pertama bagi anakku
sementara aku sendiri tidak bisa mendidik diriku sendiri
Setiap malam malam panjang aku selalu berdo'a pada Allah agar aku tidak pernah gagal menjadi seorang ibu,menjadi seorang istri dan menjadi seorang anak.
Intinya ridhoi setiap langkah anak yang ingin menuntut ilmu agama sejatinya ia bisa membawamu ke surga,meski kau tidak bisa menjadi madrasah setidaknya kirimkan ia ke madrasah sambung untuk mendidiknya agar ia bisa menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Indramayu,13 Maret 2020
Ruesih

Rabu, 09 Januari 2019


Keluarlah dan langkahkan kakimu menjelajahi Indonesia atau bahkan menjelajahi Dunia.
karena teori masih kalah dengan pengalaman,karena pendidikan formal masih kalah dengan perjalanan.
keluarlah maka kau akan tau seperti apa caranya bertahan hidup dengan uang yang pas pasan.
keluarlah maka kau akan tau seperti apa toleransi antar agama,ras,suku,dan bangsa.
keluarlah karena disetiap perjalanan kau bisa belajar tanpa perlu mengeluarkan banyak uang.

Gadingan,10 Januari 2019

Selasa, 08 Januari 2019


Leluasanya cinta menguasai jiwa
meredupkan amarah,menetralisir gelisah lara
namun tak jarang juga menghadirkan tangis yang membuncah,mengundang pedih yang merobek robek relung dada.
Tapi tenang saja,cinta tak seganas yang dikira.
Juga tak sepahit yang dibayangkan.
Cinta itu anugrah dari Allah SWT yang membuat cinta berbagai macam rasa adalah manusia,seperti apa kita mengelola cinta maka endingnya itu yang menjadikan cinta bersisi negatif atau positif.
landaskan cinta pada sang Maha cinta yaitu Allah SWT,agar cintamu berkah dan agar cintamu tetap indah sepanjang masa.


Gadingan,8 Januari 2019

Rabu, 12 September 2018


Nuansa malam yang sepi
Namun gemuruh tetap bersemayam dihati
Mungkinkah ini yang dinamakan rindu?
Entahlah..
Walau mulut mengatakan tidak
Tapi pena tetap tergesa gesa menulis bait bait syair rindu.
Malam-malamku biasa saja
Tapi malam ini diriku bak pujangga yang mahir merangkai kata.
Sungguh hebatnya rindu bisa merubah orang biasa menjadi melankolis tanpa banyak waktu.


Gadingan,12 september 2018

Sabtu, 01 September 2018


Ketika mata dipejamkan ditepi bebatuan pantai,kudengar dan kurasakan debur ombak dilautan.
Bagaimana mungkin kukatakan kesepian sementara angin tetap berada disetiap arah.
Ini bukan lagi tentang sepi,tapi ini tentang nikmatnya hidup yang harus disyukuri,jika ombak dan angin bisa menjalankan titah-Nya dengan setia kenapa kita sebagai manusia tidak? 
Hidup bukan hanya untuk meratapi tapi hidup harus dinikmati dengan sebaik baiknya,jika hari ini kita merasa sepi pejamkan mata dan rasakan alam sekitar maka sepi itu akan memudar,jika masih berlarut dalam kesepian keluar dan melangkahlah lalu cari rumah Allah untuk kau berkeluh kesah sampai kau lupa kalau hari ini kau kesepian.