Rabu, 12 September 2018


Nuansa malam yang sepi
Namun gemuruh tetap bersemayam dihati
Mungkinkah ini yang dinamakan rindu?
Entahlah..
Walau mulut mengatakan tidak
Tapi pena tetap tergesa gesa menulis bait bait syair rindu.
Malam-malamku biasa saja
Tapi malam ini diriku bak pujangga yang mahir merangkai kata.
Sungguh hebatnya rindu bisa merubah orang biasa menjadi melankolis tanpa banyak waktu.


Gadingan,12 september 2018

Sabtu, 01 September 2018


Ketika mata dipejamkan ditepi bebatuan pantai,kudengar dan kurasakan debur ombak dilautan.
Bagaimana mungkin kukatakan kesepian sementara angin tetap berada disetiap arah.
Ini bukan lagi tentang sepi,tapi ini tentang nikmatnya hidup yang harus disyukuri,jika ombak dan angin bisa menjalankan titah-Nya dengan setia kenapa kita sebagai manusia tidak? 
Hidup bukan hanya untuk meratapi tapi hidup harus dinikmati dengan sebaik baiknya,jika hari ini kita merasa sepi pejamkan mata dan rasakan alam sekitar maka sepi itu akan memudar,jika masih berlarut dalam kesepian keluar dan melangkahlah lalu cari rumah Allah untuk kau berkeluh kesah sampai kau lupa kalau hari ini kau kesepian.