Rabu, 12 September 2018


Nuansa malam yang sepi
Namun gemuruh tetap bersemayam dihati
Mungkinkah ini yang dinamakan rindu?
Entahlah..
Walau mulut mengatakan tidak
Tapi pena tetap tergesa gesa menulis bait bait syair rindu.
Malam-malamku biasa saja
Tapi malam ini diriku bak pujangga yang mahir merangkai kata.
Sungguh hebatnya rindu bisa merubah orang biasa menjadi melankolis tanpa banyak waktu.


Gadingan,12 september 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar